Tidak seperti di Indonesia, Arab Saudi merupakan salah satu negara yang membatasi ruang gerak kaum perempuan. Bukan hanya masalah tidak diperkenankan mengendarai kendaraan bermotor sendirian, tapi pada mulanya para perempuan disana juga tak boleh menggunakan hak suaranya dalam pemilihan umum (pemilu). Akan tetapi, sejarah baru telah diperbuat oleh pemerintah Arab Saudi. Secara perdana, para perempuan di Arab Saudi berhak menggunakan hak pilihnya dalam pemilu 2015.

Tentunya kebijakan baru ini ditanggapi dengan beragam respon dari masyakarat Arab Saudi, khususnya kaum perempuan. Mendiang Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud merupakan orang dibalik kebijakan fenomenal ini setelah pemilu tahun 2011 lalu.

“Ini merupakan kemajuan bagi perempuan untuk urusan politik dan negara. Tapi saya tidak berharap ini terjadi begitu cepat,” ujar Afnan Linjawi, seorang penulis kepada Al Jazeera, dikutip dari OnIslam.net.

Selain dapat menggunakan hak pilihnya dalam pemilu, perempuan Arab Saudi juga dapat bergabung sebagai anggota dewan dan tim sukses. Meski tidak memiliki kartu identitas yang legal dan izin dari suami guna berkarier di pemerintahan, tercatat sekitar 70 perempuan sebagai kandidat potensial anggota dewan kota dan 80 perempuan menjadi manajer kampanye.

Pemilu yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2015 nanti, merupakan pemilihan umum untuk anggota dewan kota. Kabarnya, sepertiga dari 1.263 tempat pemungutan suara (TPS), akan disediakan untuk perempuan Arab Saudi.

 

(Jurnalis: Riri ns │ Editor: MoniqueF │ Header : santrigusdur.com)

Send this to a friend