Setiap orang memiliki image masing-masing yang ditampilkan. Tidak heran ada seseorang yang dilabeli sebagai orang baik, penuh senyuman, menyenangkan, dan lainnya. Hal itu sudah seperti sebuah kodrat yang memang bisa hadir sejak mereka lahir atau mungkin dibentuk selama bersosialisasi dengan lingkungan di perjalanan hidupnya. Begitu pula pastinya yang dilakukan orang-orang di kehidupan sosial dan kerjanya, seperti artis atau pekerja seni, misalnya.

Pekerja seni biasanya memiliki warna dan ciri khas tersendiri yang dibuat dan dirancang ke dalam karya-karyanya. Seperti seorang pelukis yang memiliki ornament unik tersendiri di karya seninya. Atau seorang musisi yang memiliki musik dengan suara dan vibe yang khas untuk menandakan kalau itulah lagu dia. Itulah identitas dari dirinya sebagai seorang musisi. Hal tersebut juga pastinya dimiliki oleh seorang designer. Mereka pastinya akan mem-branding­ bagaimana ke-khas-an hasil rancangan mereka.

Bicara tentang designer, di tahun 2018 ini, tepatnya pada bulan Maret 2018, seorang designer asal Amerika Serikat bergabung dengan salah satu brand fashion terkenal, Loius Vuiltton. Ia adalah Virgil Abloh. Pria yang lahir pada 30 September 1980 itu sudah memiliki sebuah brand fashion sendiri terlebih dahulu. Ialah Off-White yang ia bentuk sejak tahun 2013. Store fashion yang berada di Milan, Itali tersebut berhasil menjadi salah satu brand yang menunjukan kualitas terbaik dan berkelas. Brand tersebut juga selama ini sedikit banyak berfokus pada streetwear. Ada salah satu ciri khas dari pakaian yang dirancang Virgil melalui Off-White, yaitu adanya ornamen warna yang cenderung lebih gelap atau putih. Jarang terdapat warna ‘ngejreng’. Kalaupun ada, nuansanya pun masih darker, tidak light. Virgil juga meletakkan ornamen garis-garis hitam putih di rancangannya. Ornamen garis-garis inilah yang sebenarnya menjadi salah satu ciri khas rancangan Virgil untuk Off-White. Dirinya juga menambahkan tulisan ‘White’ yang besar di bagian belakang sweater atau baju, dan lainnya.

Mengingat Virgil yang mulai bergabung dengan Louis Vuitton, lalu bagaimana lanjutan kecirikhasan design-nya selama ini? Walau bagaimana pun, Louis Vuitton sebagai salah satu brand yang sudah besar pun pastinya memiliki pakem dan ketentuan tersendiri untuk model-model serta nuansa design yang harus tersajikan di dalam produknya. Namun, Virgil sendiri, sebagai seorang designer pastinya juga memiliki selera dan ciri tersendiri yang selama ini sudah ia bentuk (branding) di dalam karya dan produknya. Jadi, pertanyaannya balik lagi, bagaimana dengan image design terbarunya di Louis Vuitton? Bagaimana kabar image design dirinya di sana?

Produk pertama Virgil bersama Louis Vuitton berhasil didebutkan pada Kamis, 21 Juni 2018 di Paris. Virgil memerlihatkan design-nya yang terlihat masih memberi vibe rancangan khas miliknya, tetapi juga memberi vibe yang baru. Hal tersebut juga terjadi mengingat produk debutnya ini bertepatan dengan koleksi Louis Vuitton untuk koleksi musim semi dan panas 2019.

Terlihat seperti menyesuaikan nuansa musim semi dan panas, design yang disajikan Virgil terlihat cukup berbeda dibanding dengan nuansa design yang sebelumnya saat dia merancang untuk Off-White. Di sini design-nya terlihat lebih fresh dan penuh warna. Cukup kontras degan design Off-White yang dia rancang. Nuansanya lebih terasa light dengan menggunakan warna-warna yang mencolok seperti biru, kuning, dan merah.

Tetapi, ada satu ciri khas yang ia miliki dan masih dipertahankan di design untuk Louis Vuitton ini, yaitu tipe baju seperti ‘kebesaran’. Sepertinya hal itu yang menjadi tanda dari dirinya untuk sedikit banyak mempertahankan identitas design-nya dimana pun ia berada, bekerja, dan bekarya.

 

 

(sasyasp | Foto: theidleman.com, complex.com, chicagotribune.com | Editor: Amalia R.)

Send this to a friend