Tidak dapat dipungkiri, pementasan teater paradoks calonarang oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia ini mengundang decak kagum. Pasalnya, pengangkatan tema calonarang ini tidaklah mudah, banyak pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan seperti penulisan naskah, pemilihan pemeran, persiapan panggung, dan masih banyak lagi. Namun, semua dituntaskan dengan sangat baik sehingga pada Hari Kamis tanggal 4 Oktober 2018, pementasan calonarang siap dipertunjukkan di Gedung Kesenian Jakarta.

Calonarang sendiri bercerita tentang, seorang janda dari girah yang ditakuti oleh warga desa karena kerap kali melakukan ritual-ritual aneh. Karena hal tersebut banyak yang menuduhnya menggunakan ilmu hitam, dan tidak ada yang berani mendekati anaknya yaitu Ratna Manggalih sebagai teman ataupun kekasih.

Perjalanan hidup Ratna dan ibunya ini cukup pelik, dimana akhirnya membuat pihak penyelenggara memilih tema calonarang. Karena dibalik pemilihan tema ini, terdapat pesan moral dan isu sosial politik yang bisa diangkat seperti feminisme, diskriminasi antar golongan, politik, otonomi daerah dll. Hal tersebut rupanya juga berkaitan dengan kritik yang terjadi pada masa kini, sebagai contoh anggapan tentang perempuan yang belum bisa me-representasikan masyarakat di bangku pemerintahan.

Harapan kedepannya dari pihak penyelenggara adalah, tetap mempertahankan apa yang telah dicapai seperti saat ini dan kalau bisa lebih baik lagi. Karena untuk membuat suatu pentas teater yang masih dipandang sebelah mata ini perlu kesabaran, menerjang tantangan yang sulit, dan keteguhan hati.

(Meity|Foto: Karima Azkia dan Hanief Bagus)

Send this to a friend