Dunia permodelan akan identik dengan wanita-wanita cantik atau pria-pria tampan dengan postur tubuh sempurna. Dengan adanya konsep yang seperti ini, seolah fashion telah membentuk persepsi terhadap masyarakat bahwa ada kriteria-kriteria tertentu untuk bisa menentukan apakah seseorang tersebut cantik atau tidak. Namun beberapa model berikut telah memulai untuk mendobrak pola pikir masyarakat yang seperti ini. mereka menunjukkan bahwa justru perbedaan lah yang membuat mereka semakin cantik dengan keunikan mereka masing-masing.

    • Winnie Harlow

Model wanita kelahiran tahun 1994 ini terlahir dengan memiliki special appearance yaitu vitiligo yang merupakan kondisi dimana sel-sel penghasil pigmen berhenti berfungsi, sehingga beberapa bagia dari tubuh tidak memiliki pigmen kulit. Wanita cantik ini memulai karir modellingnya sejak tahun 2014 pada ajang kecantikan America’s Next Top Model.

    • Melanie Gaydos

Model berkelahiran asal Connecticut ini memiliki sebuah sindrom yang disebut Ectodermal Dysplasia dimana pengidap sindrom ini akan memiliki pori-pori yang terlalu kecil sehingga membuat pertumbuhan rambut, gigi, serta kukunya berjalan kurang normal. Wanita berusia 28 tahun ini juga ternyata buta sebagian akibat pertumbuhan bulu mata ynag kurang normal hingga mengenai bola matanya.

    • Madeline Stuart

Merupakan model dengan Down Syndrome asal Australia. Gadis berusia 22 tahun memutuskan bahwa ia ingin menjadi seorang peragawati seusai menyaksikan pertunjukkan fashion di Brisbane pada tahun 2014. Ia memulai karir modelling pada tahun 2015, ketika ibunya membuat sejenis campaign secara online yang menuntunnya menjadi model profesinal pertama yang mengidap down syndrome.

    • Masha Tyelna

Model asal Ukraina ini sempat dibully karena bentuk matanya yang besar menonjol serta bewarna biru pucat membuat dia terlihat seolah marah. Ukuran mata Masha yang lain dari model lainnya membuat ia menjadi eye catching. Selain itu, karena bentuk matanya ini serta didukung oleh bentuk wajah yang kecil membuat ia sekilas terlihat seperti boneka.

    • Shaun Ross

Pemuda asal Bronx ini terlahir dengan keadaan albino, dan atas keadaanya itu ia harus berhadapan dengan berbagai bentuk diskriminasi. Ia memulai karirnya sebagi model pada 2008, saat itu ia berusia 16 tahun. Pria yang mengaku sebagai panseksual ini pernah memeragakan hasil karya Alexander McQueen dan juga Givenchy. Pria berusia 27 tahun ini dikenal sebagai model pria albino pertama di dunia.

“Beauty exists not in sameness but in difference.” – Paulo Coelho

(Shinta | Foto : pinterest) – (Editor : Salman)

 

Send this to a friend