Pendidikan salah merupakan faktor terpenting selain kesehatan dan keamanan juga faktor ekonomi, jumlah jam belajar di setiap negara berbeda-beda. Lamanya jam belajar di sekolah tersebut seringkali dikaitkan dengan kualitas pendidikan yang dihasilkan. Baru-baru ini, sebuah lembaga studi, The Social Progress Imperative mempublikasikan hasil penelitian tentang kualitas pendidikan jenjang pendidikan dasar di seluruh dunia.

Survei dilakukan di negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia, yaitu Korea Selatan, Jepang, Singapura, Hongkong, Finlandia, Inggris, Kanada, Belanda, Irlandia dan Polandia.

Menariknya, ternyata tidak ada perbedaan kualitas pendidikan yang dihasilkan dari negara yang memiliki alokasi jam sekolah terpendek dan terpanjang.

Berikut ini negara yang memiliki waktu belajar di sekolah terpendek dan terpanjang dengan kualitas pendidikan dasar serta menengah terbaik di dunia.

Finlandia

Negara tengan debutan ‘Negeri seribu danau ‘ ini merupakan salah satu negara yang menerapkan jam sekolah terpendek di dunia, para siswa Finlandia hanya akan mengabiskan 4 hingga 5 jam dalam sehari untuk belajar di sekolah. Agar tidak jenuh belajar, sekolah-sekolah di Finlandia juga memberikan banyak jam istirahat untuk siswanya. Sekitar 45 menit hingga 65 menit sekali siswanya diberi waktu istirahat 15 menit, artinya dalam sehari bisa ada 4 hingga 5 kali istirahat di sekolah.

Alasan diterapkannya banyak jeda waktu istirahat bagi siswanya, selain untuk meningkatkan konsentrasi dan efektivitas belajar juga bertujuan menjaga kesehatan fisik siswa. Para siswa menjadi lebih memiliki waktu yang seimbang untuk melakukan aktivitas fisik dan bermain, sehingga tidak terlalu lama duduk di kelas.

Sistem pendidikan dasar dan menengah di Finlandia menginginkan agar anak-anak punya lebih banyak waktu untuk bermain dan bersosialisasi. Jadi tidak heran jika Finlandia disebut sebagai negara tempatnya anak belajar dengan santai.

Korea Selatan  

Berbeda dengan Finlandia, negeri ginseng yang juga terrenal sengam Kpop ini para siswa-siswi di Korea Selatan menghabiskan waktu hampir 11 sehari belajar di sekolah. Siswa SD akan sekolah mulai pukul 08.00 hingga pukul 13.00, siswa SMP mulai masuk pukul 08.00 hingga pukul 16.30, sedangkan siswa SMA baru selesai sekolah pukul 22.00. Ada kegiatan belajar tambahan untuk meningkatkan kualitas akademik atau kegiatan ekstrakurikuler yang harus diikuti siswa SMA di sini.

Korea Selatan termasuk negara dengan budaya kedisiplinan pendidikan yang kuat. Pelajar di Korea Selatan juga masuk sekolah di hari Sabtu, mengikuti les tambahan atau kegiatan belajar bersama bahkan hingga larut malam setiap harinya.

Penerapan sistem pendidikan yang disiplin dan cukup ekstrim ini memang dapat meningkatkan kualitas pendidikan penduduknya. Namun demikian, banyak juga pelajar di Korea Selatan yang stres atau frustasi jika tidak mampu mengikuti ritme kegiatan yan juga berdampak secara psikologis intui masa dean anak. Menurut psikiater dr. Rama Giovani, Sp.KJ , ” Anak membutuhkan lebih banyak waktu istirahat untuk dapat berpikir dan bertindak optimal dan berkreasi juga membutuhkan quality time bersama keluarga. ”

Semoga Indonesia dapat meberikan format pendidikan terbaik terutama di kota-kota besar Karena ditambah tengah masalah kemacetan dan manajemen waktu untuk kegiatan diluar sekolah yang juga data diakomodasi dengan baik karena anak usia 7 hingga 12 tahun membutuhkan 8 hingga 10 jam tidur dan berkualitas untuk kesehatan fisik dan psikis.

( Elmo | Photo : Shutterstock )

Send this to a friend