Pernyataan “modal tampang” dan “nggak bisa nyanyi” mungkin menjadi hal lumrah yang sering terlontarkan bagi idola-idola asal Korea Selatan. Tapi ternyata, di balik itu semua, ada hal-hal berat yang harus mereka hadapi bila ingin menjadi idola ataupun ketika sudah menjadi idola. Apa saja hal-hal yang dimaksud? Mari kita lihat di bawah ini,

  • MASA TRAINING YANG BERAT DAN PANJANG

Seorang kritikus budaya di Korea, Lee Moon Won, menyatakan bahwa Korea ini semuanya adalah tentang kerja keras. Hal tersebut dapat dilihat dari ketatnya persaingan masuk ke salah satu lembaga pendidikan, sebuah perusahaan, dan lain-lain. Bahkan, hal sederhananya, persaingan-persaingan ini pun terjadi di dalam sebuah sekolah, di mana masing-masing siswa ingin memperebutkan posisi terbaik di kelas maupun di sekolahnya, yang mengantarkan pada stress serta pressure untuk menghadapi kompetisi itu. Hal itu pun tidak terkecuali dirasakan oleh seseorang yang ingin mendaftar ke sebuah agensi musik untuk menjadi trainee dan kelak berharap menjadi seorang idol.

Persaingan ketat dirasakan sejak awal audisi untuk memasuki sebuah agensi tersebut, dan ternyata, perjuangan mereka tidak berhenti di situ saja. Mereka harus menjalankan masa training yang berat dengan segala aktivitas untuk mendukung pembentukan fisik, kualitas vokal, serta kualitas dance yang baik. Hal-hal tersebut mereka lakukan dengan dance selama berbelas-belas jam dalam sehari serta melakukan segala bentuk latihan fisik. Pelatihan mereka pun seperti sedang melatuh tentara. Ya, seberat itu. Karena, fisik yang kuat serta kualitas performa yang baik lah yang harus dimiliki oleh calon idol Kpop.

Bukan hanya pelatihan yang berat, tetapi pelatihan ini rata-rata memakan waktu yang lama, karena, yang dibentuk bukan hanya kualitas penampilannya, tetapi juga membentuk aspek lainnya, seperti etika serta pembentukan kualitas di bidang lain seperti akting, MC-ing­, dan lain-lain. Tidak jarang bila seorang idol menghabiskan masa anak-anak hingga remajanya sebagai trainee. Beberapa di antara mereka pun bisa menghabiskan waktu trainee berkisar 5 hingga 10 tahun.

  • SUDAH SEPERTI ROBOT, JADWAL MEREKA PADET BANGET!

Overworked bisa dikatakan menjadi hal lumrah yang dialami oleh idol Kpop. Dalam satu hari, mereka bisa berpindah ke beberapa acara festival maupun televisi dengan dance yang terbilang berat. Dan mereka harus melakukan itu selama masa promosi.

Di tambah lagi bila mereka ada pekerjaan tambahan di luar menyanyi, yaitu seperti shooting iklan, majalah, dan lain-lain. Jam tidur mereka dalam seminggu bisa terhitung dengan mudah. Bahkan, 2 sampai 3 jam tidur dalam sehari sudah terhitung banyak. Yang harus mereka lakukan adalah dari persiapan make up, perform, hapus make up, pindah lokasi untuk jadwal lainnya, dan begitu seterusnya.

Apalagi kalau beberapa hari setelah itu mereka harus menjalankan tur di negara-negara lain, degan membawakan puluhan lagu + dance yang super tidak mudah. Nggak jarang ada yang pingsan di panggung lah, jatuh tiba-tiba mungkin karena lemas lah, dan lainnya. Pantes mereka rata-rata menjalankan masa training dalam waktu lama dan dengan pelatihan yang keras, karena memang kekuatan fisik sangat dibutuhkan.

  • IMAGE? PENTING BANGET!

Image ini menjadi hal penting hingga skala terpenting yang harus dimiliki oleh idol Kpop. Karena, secara tidak langsung, image ini jugalah yang “dijual” agensi ke publik. Mindset publik pun secara otomatis membentuk bahwa idol Kpop ini harus selalu sempurna. Mereka tidak pernah bersalah. Maka, sekalinya mereka melakukan kesalahan, sekecil apapun itu, bisa merubah image mereka yang telah dibangun selama ini secara tiba-tiba. Maka dari itu, pelatihan tentang etika pun diberikan, agar mereka bisa menjadi idola yang memang pantas untuk diidolakan. Walau kadang “penjualan” image yang dilakukan agensi iti justru membentuk mindset yang salah bagi publik.

  • KETIKA PACARAN MENJADI SEBUAH SKANDAL

Bagi idol Kpop, berpacaran ini menjadi salah satu hal yang tabu, karena seperti yang dibilang tadi, bahwa image yang “dijual” ini mengantarkan pada pembentukan mindset yang kurang tepat. Mindset di mana idolnya nggak pernah salah, nggak boleh pacaran, hanya cinta fans, idolnya milik mereka, dan lainnya.

Hal inilah yang menjadikan pacaran sebagai sebuah skandal. Duhh, padahal kan mereka hanya ingin memiliki teman dekat, teman untuk menemani kehidupan mereka, tapi justru mereka tidak bisa melakukan itu secara publisitas karena tidak semua fans akan menerimanya dengan mudah.

Tidak jarang pula hal-hal tersebut mengantarkan pada hal-hal ekstrim yang dilakukan oleh fans bila idolnya ketahuan pacaran. Makanya, idol Kpop ini biasanya sebisa mungkin menyembunyikan hubungannya (walau kadang kepergok juga), karena ingin menjaga perasaan fans dan pasangannya. Pacaran rasa skandal ini pun dapat dengan mudah merubah image sang idola. Biasanya, idol-idol tersebut memilih waktu yang tepat untuk mengumumkan hubungannya ke fans dan publik, bila memang sudah seserius itu, dan bila memang fans nya terlihat sudah jauh lebih dewasa.

 

 

(sasyasp | Foto: Billboard.com, aminoapps.com, Pinterest.co.uk, Soompi.com, Koreaboo.com)

 

Send this to a friend