Seperti yang kita tahu, kopi mengandung kafein, yang merupakan bahan psikoaktif paling umum digunakan di dunia. Untuk suatu alasan, kafein dipublikasikan sebagai salah satu suplemen yang mampu membakar lemak. Kafein memang diketahui sebagai salah satu zat yang mempu memobilisasi lemak dari jaringan dan meningkatkan metabolisme.

Kafein dapat ditemukan diberbagai jenis minuman selain kopi, seperti teh, minuman energi dan soda.

Kopi mengandung zat stimulan

Kopi tidak hanya sekedar minuman hangat berwarna hitam. Kandungan yang ada didalam biji kopilah yang menjadi minuman Anda saat ini. Faktanya kopi mengandung beberapa senyawa biologi yang dapat mempengaruhi sistem metabolisme tubuh, yaitu:

  • Kafein yang merupakan stimulan sistem syaraf pusat
  • Teobromin dan teofilin merupakan senyawa yang berhubungan dengan kafein, juga mempunyai efek stimulan
  • Asam chlorogenik merupakan salah satu senyawa biologis yang terikat dengan kopi, dapat memperlambat proses penyerapan karbohidrat.

Senyawa yang paling penting dari ketiga zat diatas adalah kafein, yang merupakan senyawa paling kuat dan juga paling banyak dipelajari. Cara kerja kafein di otak adalah menghambat neurotransmitter yang dikenal dengan nama Adenosin. Dengan menghambat Adenosin, kafein dapat meningkatkan kerja sistem syaraf menjadi lebih aktif dan juga dapat melepaskan neurotransmitter lain seperti dopamin dan norepinefrin.

Kopi dapat mempercepat mobilisasi lemak dari jaringan tubuh

Kafein menstimulasi sistem syaraf yang bertugas mengirimkan pesan ke jaringan lemak untuk memecahkan lemak. Kafein juga dapat meningkatkan tekanan darah dan hormon adrenalin. Kemudian hormon adrenalin ini menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah sampai ke jaringan lemak dan memecah lemak-lemak dan membuangnya kembali ke pembuluh darah. Ini merupakan cara kerja kafein dalam memobilisasi lemak dari jaringan lemak, membuatnya menjadi asam lemak bebas dalam darah.

Kopi dapat meningkatkan metabolisme tubuh

Seberapa banyak kalori yang bisa kita bakar saat beristirahat disebut Resting Metabolic Rate (RMR). Semakin tinggi metabolic rate kita, semakin mudah kita menurunkan berat badan. Penelitian membuktikan kafein dapat meningkatkan metabolic rate sebanyak 3-1%. Semakin banyak kafein yang masuk ke dalam tubuh, semakin tinggi juga metabolic rate yang dihasilkan. Sayangnya efek ini sulit didapatkan pada orang yang sudah mengalami obesitas. Suatu studi membuktikan dengan minum kafein dapat meningkatkan metabolic rate hingga 29%, sedangkan pada orang obesitas hanya sebesar 10%. Efek ini juga dipengaruhi oleh faktor usia. Semakin muda usia semakin tidak berpengaruh kafein terhadap metaboloc ratenya.

 

 

Putri O.H | Photo: 2chai.com

 

(care2/dokter.id)

Send this to a friend