Bukan hanya wilayah Israel dan Yordania yang terkenal akan laut matinya, Indonesia juga meimiliki laut mati, salah satunya ialah Laut Tureloto. Lokasinya berada di Desa Balefadorotuho, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.
Mengapa Tureloto disebut laut mati? Karena laut ini memiliki kadar garam yang tinggi dan membuat semua benda termasuk manusia dapat mengapung saat berada di atas permukaan air tanpa perlu berenang.

Di pantai ini, pengunjung bisa menikmati pemandangan ikan dan gugusan karang indah di bawah air. Meski mengandung garam yang tinggi, pantai ini terdapat kehidupan di dalamnya.
Keindahan alam bawah laut di pantai ini juga terbilang sangat indah, beraneka biota laut yang unik dan terumbu karang yang masih terjaga kelestariannya. Snorkeling merupakan pilihan tepat untuk menikmati keindahan bawah laut, karena tidak perlu ketempat yang lebih dalam untuk menyapanya.

Selain dengan ber snorkeling, pengunjung juga bisa menikmati suasana pantai dengan menggunakan perahu nelayan untuk mengitari pantai, menikmati hamparan gugusan karang dan menikmati keindahan bawah air dari atas karena air laut di Tureloto sangatlah jernih.
Menurut masyarakat setempat, pantai ini memang mirip sekali dengan laut mati yang ada di Yordania. Karena pantai ini sangat tenang tanpa ombak. Di tepi pantai terdapat gugusan karang-karang beragam ukuran seperti otak dan air lautnya yang jernih serta biru membuat ikan kecil di karang bisa langsungb terlihat dari atas.
Pantai Tureloto ini ramai saat bulan Februari hingga September, karena saat itu air laut sedang tenang dan pancaran matahari tidak begitu terik namun bersinar dengan indahnya.
(Monika| Foto: miignon.com dan GoSumatera.cm)

Send this to a friend